Ini cerita tentang kemandirian Bilqis dalam melakukan sesuatu. Bilqis anak yang bersemangat, selalu ingin melakukannya sendiri, walau kadang-kadang saya khawatir dengan apa yang dilakukannya. Semenjak saya pulang, dia ingin melakukan segala sesuatunya sendiri. Ini saya amati sejak kepulangan saya dari Philippines, Desember tahun2008 lalu.

Saat dia mau makan, dia ingin mengambil nasinya sendiri dan makan sendiri. Di sini saya khawatir kalau makan yang diambilnya terlalu banyak, padahal kalau nasinya langsung dikurangi dia akan marah. Karena itu saya membujuknya pelan-pelan, atau nasi yang saya ambil sedikit untuk makan saya sendiri, karena biasanya saya akan makan sisa nasi yang diambil anak-anak.

Saat dia minta minum susu, dia jugaminta menuang susunya ke botol sendiri. Saya memakai sendok takar untuk mengambil susu, dan langsung saya masukkan ke botol. Bilqis pun ingin melakukannya sendiri. Padahal saya khawatir kalau susu yang diambilnya akan tumpah. Namun .. Subhanallah… ternyata dia bisa melakukannya! Dia mampu mengambil susu menggunakan sendok takar dan menuangnya ke botol susu tanpa tumpah. Memang, kadang saya kurag memberi kepercayaan kepadanya, biasanya saat saya merasa kurang percaya, susu yang dimasukkan juga akan tumpah. Namun jika saya percaya penuh, maka dia pun akan dengan bagus melakukannya.

Selain itu, dia juga sudah bisa melepas bajunya sendiri, memakai bajunya sendiri,menyikat gigi sendiri. Kalau dia menyikat gigim, kadang dia ingin mengoleskan pasta giginya sendiri. Dan kadang-kadang terlalu banyak pasta gigi yang dioleskan..Karena itu, kadang saya oleskan dahulu pasta giginya sebelum saya berkan kepadanya. Tentu pasta gigi saya oleskan di sikat gigi tanpa diketahui dia sebelumnya.

“Ummi… aku dili…” Itu yang akan dia katakan saat ingin melakukan sesuatu sendiri.

Subhanallah…Amat besar ciptaan Allah…

Selama beberapa waktu saya bersama anak-anak, banyak perkembangan anak yang bisa saya ikuti. Bil Haq, yang bulan depan berusia 5 tahun, suka sekali bermain puzzle, membuat berbagai bentuk. Yang paling sering dia buat adalah pesawat dan rumah. Rumah yang dia buat selalu ada kamar, dan kamar mandi, serta garasi mobil dan halaman yang diisi berbagai macam binatang. Pesawat yang dibuatnya selalu berbeda bentuknya dari waktu ke waktu. Selalu ada variasi. Pernah dia membuat pesawat yang bisa mengangkut mobil, pesawat yang mengangkut manusia, pesawat yang pintunya bisa dibukan dan ditutup, dsb. Beberapa bentuknya saya ambil gambarnya. Dia merasa senang jika hasil karyanya saya foto.

Selain itu, Bil Haq juga senang mewarnai. Alhamdulillah dalam 1 minggu, hasil mewarnainya tampak semakin rapi. Pada saat pertama kali saya memberikan gambar untuk diwarnai, selalu melewati garis, dan tidak rapi. Namun di akir-akhir ini, hasilnya semakin rapi, polesan warnanya sudah ada di dalam garis. Untuk satu obyek, kadang diwarnai dengan berbagai macam warna.  Kadang-kadang saya mencarikan ‘coloring page’ di internet, kemudia dia saya minta memilih gambarnya. Beberapa gambar juga saya simpan sebagai kenangan masa kecil.

Akhir-akhir ini, Bil Haq juga suka menggambar memakai pensil atau pen. Objek yang dia gambar selalu ada rumah, pohon, matahari dan orang. Orang yang digambar ummi, abi, adik, eyang dan kadang-kadang ada paman dan tante. Matahari yang digambar selalu di pojok, kiri atau kanan atas. dan sinarnya lurus.

Ya… Alhamdulillah..Subhanallah, Allahu Akbar. Semoga Ummi dan Abi serta kami semua bisa mendidiknya menjadi anak yang sholeh, yang bermanfaat untuk lingkungannya.

Melatih anak untuk bisa Buang air besar atau buang air kecil di tempatnya merupakan hal yang gampang-gampang susah dilakukan. Hal ini memerlukan ketelatenan dan kesabaran dari orang tua.
Seperti halnya Bilqis yang sekarang menginjak usia 2,5 tahun. Sejak dia bisa berjalan, popok dispossible (‘pempers’) menjadi salah satu pakaian yang tidak pernah lepas dari tubuhnya baik siang maupun malam, baik di rumah maupun bepergian. Hal ini kami lakukan karena rumah kami terletak bersebelahan dengan masjid, sehingga kami khawatir jika dia buang air kecil di dalamnya, tentu hal ini akan membuat masjid terkena najis.
Menginjak usianya yang ke 2 tahun 3 bulan, kami mulai melatihnya untuk bisa buang air kecil (BAK) maupun buang air besar (BAB) di kamar mandi. Kami tidak lagi memakaikan pempers. Dia sendiri sudah bisa mengatakan keinginannya untuk BAK/BAB. Kami pun harus segera membawanya ke toilet kalau dia sudah bilang demikian.
Selain itu, sebelum tidur, kami minta dia untuk BAK dahulu, dan pada pagi hari, saat kami bangun sekitar jam 4-5, kami juga bawa dia ke kamar mandi. Memang, dia masih ngantuk, tapi kami junjung dia ke kamar mandi. Sehingga tempat tidur juga aman dari bau pesing.
Hambatan memang ada. Kadang kami khawatir dengan kalau-kalau dia BAK lagi di sembarang tempat, apalagi di masjid. Kadang kami juga didera rasa malas… misal saat lelah sepulang kerja, atau pada malam hari. Cuma hal itu harus kami atasi, demi suksesnya toilet training ini.
Toilet training memang memerlukan kesiapan, baik anak sendiri maupun orang tua. Jika anak sudah bisa mengungkapkan keinginannya untuk BAK, itulah saatnya dia mendapatkan Toilet training. Orang tua, juga perlu kesiapan, terutama kesiapan waktu. Kadang orang tua harus berhenti sejenak dari pekerjaannya, atau dari tidurnya atau dari keasyikannya, untuk membawa putra/putrinya ke toilet.
Jangan lupa, berikan penghargaan bagi anak karena sudah melakukan sesuatu dengan baik, dan berikan kepercayaan pada anak bahwa dia bisa melakukannya.

Bil Haq and Bilqis in the mosqueBilqis has a mukena, my mom and sister bought one for her. She looks qute when she wears it. When I make my sholat at home or at mosque, she usually follow the  movement. “Allah Abban” that is how she say ”Allahu Akbar”, ya she is still 2,5 years old, so she is not able to say “Allahu Akbar” clearly.

In the mosque, sometimes she just plays with her friends, and walk or run between the jama’ah. But after that my mom or I will tell her not to do that.

Bilhaq, 4,5 years old. He already able to do the sholat completely,  he also recite all the pray in sholat, ALhamdulillah.  He also say ” If I do the sholat nicely, Allah will love me, He will give me toys in heaven”. Subhanalah…

Sometimes,he made noisy at mosque, then we will say,”If you make noisy at praying time, so you will disturbing the people who are making sholat, then Allah will angry to you..”. He will understand that.

Rabbij’alni muqima shalaati wa miin dzurriyyaatii.

Bil Haq and Bilqis already know how to great the others. They also know that when they go they have to say salam. Bil Haq already able to say Assalamu’alaikum completely and clearly. It is different when he was 2 years old. The first salam he said is”Assalamulalaikum”..not assalamu’alaikum.

When  he was 3,5 years old he could not say “eS eM eS”. He wil say SMS as “es memes”. It is funny when I heard he said that. I make it as SMS alert,”Ummi… Ummi…. aku ngga bisa bilang es memes” (Mother-mother.. i am not able to say es memes”.

Different with Bilqis. When she comes or goes out, she will say “Alaikum-sala..m”instead of”Assalamu’alaikum”. When she say sentence,she will say 2 words contain of 2 vowels.

May Allah give them ability to speak the good things, sholihaat and haq; always keep them from badwords, Aaaamiiin.

Yesterday, Bil Haq and Bilqis went to prambanan temple with me, grandmother and also mothers in our village. It held for mothers day in my country that will be celebrated every December 22.

We went to Prambanan temple by bus from PPPG matematika at 9.30. Then we arrived at 10 am. For one hour we walk in Prambanan temple area. Bil Haq and Bilqis took a walk by themself. Bilqis did not want to be hold. Bil Haq ask many questions about the prambanan temple. He also remember the place where he and his father went to before, around 2,5 years ago. Bil Haq was starting to make pictures, using my camera. ALhamdulillah he was able to use it, the picture is not so bad.

After we walked around the temple, we went back to the place we gather near the entrance gate. At this place, the ladies already started the games. There are many fun games. Bil Haq looked at the games from near distance, he seem curious and want to know what happened. THen me and Bilqis saw the games from distance. We took some pictures also.

Around 1.30 pm we wnt to musholla. My mother and my neighbour first who did the sholat (pray), then me. During the waiting time, Bil Haq was crying. He want a helicopter toy which can fly. Actually I want to buy for him long time ago, at the first time we went to Prambanan temple. But we postponed it. Bil Haq was crying and crying, he want to have it. THen I asked him to wait 15 minutes, after I did my Sholat. But.. after I did my praying, he already have it. My mom who bought for him.

Then.. we wait for very long time.. until the bus which will picked us up came. Bil Haq and Bilqis seems tired, but still walking here and there. THen they sat in ground, without any mat. THey enjoyed it. THen I did the same. Bil Haq asked me ” Why the bus is very long”. I answered by.”Ya, may be the bus still on the way, they still looking for another passanger”. Then he walk again. During that time, we also observe the cloud, the white and grey. Also observe the trees around, which seem dancing by the wind. Finally the bus is coming. 3.30 pm. We were sleeping in the bus, because we were tired.

THis day, I know also that Bilqis already know that the rubbish has to throw at the trash can. The story is, in the evening, we bought bakso. THen after I pour it in the bowl, I put the plastic in the bigger plastic, then I will throw it later. but Bilqis saw it and she said “masuk-in sampah…!”, and she take the rubbish and throw it in the trash can. Alhamdulillah.. thanks to Allah and also to my parents, my sister and brother and the others who took care of my children.img_1519

img_1410Since this time, InsyaAllah I will share about my 2 children development, Bil Haq and Bilqis. This also can be my note, my diary about them. Children developmment  moving very fast. We will miss momens when we left them.. even awhile.

It happened to me . I went to other country for my master, I left my two children with my parents. So I miss manything about my kids. My son called his sister as Adik (younger sister) or Dik Bilqis, and Bilqis will call his brother as Kakak(older brother).

Bil Haq, my first child. A boy. He was born in the last days of April one year after our married.  He is an active boy. When I left him, he is 3 years old. He is care of his sister, he show  how he love his sister. She will hug his sister, and ask his sister to play with him. I think he is kind of romantic boy. When I left him, he could not run the tricyle, yet. THen he want a bicycle, ofcourse with the 2 support wheels. And Alhamdulillah.. he can use that. H love to tell something. Like yesterday he like to tell about his teacher and also his friend. Oh ya.. yesterday, we went to his school, TK Salman Al Farisi. In the morning, he ask me to go to the meeting in his school, we call it “Pengajian”.  When my mother asked him,” Do you want to go to the zoo or to your school to pengajian?”. then he answer ” Go to Pengajian, please”. Subhanallah.. I really proud of him. He also very expressive when telling about something.

THen in the afternoon, he made a toy. It was a phone, made of 2 used can that connected by yarn. He tried it first with me, with Bilqis, then he brought it out and play it with his friends. Everybody tried that he ask his friends to use it one by one, so everybody would try. He also will tell how to use it. Alhamdulillah.. I wish he can do better then me and his father to be a usefull person.

Then Bilqis, she is 2 years old. She has a strong mind, ya, may be because of she still 2 years old. So she want to has evrything. She also very care of her things, even her brother’s. Then.. when she will do something, she will say nicely. Thw way she ask is.. very nice.. I like. for example she will go to mosque, she wil say “Bilqis ke masjid dulu ya…“. she will add “dulu ya” after the activity.  some of word sometimes I cannot understand, because not clear yet. She called herself as “Bikis” from Bilqis. When she asked me or the other open fruits, she will say ” Ummi, tolong buka-in rambut-an”. With space before ‘in’. or.. “Ummi buat-in susu”. Oh ya.. she could not say “S” as “S” but more on.. ts..so when she say Bilqis, she will say “Bikits”; susu- tsutsu, ect. She could not say C also.. she say it as “dz” so.. when she say membaca (to read), she will say “membadza” or badza-in.

She has friends named Isa and also Hakim, both of them are boys. They are in the same age. Then THey love to play together. Ofcourse when someone hit the other, the other will cry.. including Bilqis. Whenever she hit by other, she will cry. Or when her friends took something from her, and she doesnt want to, she will cry. Her crying.. is very long cry.. sometimes it is like she is playing with crying.

THe other thing is, she want to follow, to imitate. When I use my eyeliner (hashmi shurma), she want to ue it also, and she like it. Then when her brother will change his cloth, she want it also. She will ask to take a bath again even she already took it, when she knows that her brother will take a bath.

Alhamdulillah, may Allah make them as sholih and shoihah children.

OK, thats it for now.. Lets we see what will happened today:)

Tahukah Anda, bahwa menggoncang-goncang bayi bisa membahayakan? Shaken baby syndrome (SBS) atau kumpulan gejala yang diakibatkan oleh menggoncang-goncang, bisa disebabkan oleh kelalaian dari pengasuh. SBS ini diakibatkan dari goncangan yang terlalu keras pada bayi, sehingga menyebabkan pendarahan di kepala bayi. Gejala yang timbul bisa ringan, seperti panas, atau muntah-muntah, namun bisa juga yang berat, seperti kejang atau penurunan kesadaran. Karena gejala yang timbul mirip dengan penyakit atau kelainan lain, sehingga orang tua, bahkan petugas kesehatan, seperti dokter, perawat, bidan, dsb, salah memperkirakan kelainan ini. Dan barangkali orang tua sendiri, karena ketidak tahuannya, atau menganggap hal tersebut biasa, tidak menginformasikan gunangan yang telah dialami oleh bayi.

Mengapa hal ini bisa terjadi?Pada beberapa penelitian mengungkapkan bahwa menggoncang-goncang bayi diawali saat bayi menangis. Karena menangis tidak berhenti-berhenti, sehingga menyebabkan orang tua atau pengasuh tidak sabar, sehingga mereka menggoncang-goncangkannya dengan keras, sampai orang yang melihat akan terheran-heran, saking kerasnya. Walhasil, bayi diam, namun diamnya karena adanya gangguan di otaknya, bahkan terkadang ada patah tulang iga. Nah, mulailah gejala timbul, bayi akan muntah-muntah, ngga mau makan, bahkan kesadarannya menurun, kemudian kalau matanya dilihat oleh ahli mata, terdapat perdarahan di retina, yang bisa menyebabkan kebutaan.
SBS ini sering sekali terjadi pada bayi laki-laki daripada bayi perempuan. (Apa karena bayi laki-laki menangis lebih sering, lebih keras dan lebih nyaring, ya?) Dan lebih sering pada bayi berusia kurang dari 1 tahun.
Sayang sekali bukan? karena kekurang sabaran orang tua atau pengasuh terhadap bayi, menyebabkan bayi tidak berkembang dengan sempurna, bahkan cacat seumur hidup.

Perilaku menggoncang-goncang bayi, menurut penelitian, sering dilakukan oleh bapak, teman laki-laki ibu, kakek, atau ibu serta pengasuh bayi. Nah.. bapak-bapak dan calon bapak, hati-hati dengan kekuatan fisik yang Anda miliki, karena jika semua dikerahkan pada bayi, bisa berbahaya. Mereka belum kuat untuk mengimbangi kekuatan Anda.

Karena itu perlu kita ingat bahwa salah satu bentuk komunikasi bayi adalah dengan menangis, sehingga kalau bayi menangis, itu adalah wajar, normal.

Saat bayi menangis, lebih baik kita menenangkan diri kita sendiri dulu, tarik nafas panjang kira-kira 10 kali, sebelum menyentuh mereka.
Kemudian jika kita sedang dalam keadaan yang tidak tenang, lebih baik meminta orang lain untuk menenangkan bayi kita.
Lebih baik membiarkan bayi kita menangis untuk beberapa saat daripada kita menumpahkan segala emosi kepada bayi.

Dan setelah itu kita cari penyebab bayi menangis, apakah karena lapar, buang air, kepanasan, ketakutan, atau karena ingin dipeluk saja? Dan segera kita atasi penyebabnya.

Nah, bapak-bapak, ibu-ibu, mas, mbak, kakek, nenek,dll, Jangan sekali-kali menggoncang bayi, bagaimanapun kerasnya dan lamanya dia menangis.. ok? Ingat, goncangan yang keras, walaupun hanya beberapa detik, bisa mengakibatkan kecacatan seumur hidup.

Namun, jangan sampai kita menjadi takut untuk bermain dengan bayi dan menggendong bayi.Goyangan yang lembut, Pelukan hangat, tepukan halus di punggungnya saat kita gendong justru akan menenangkan bayi.

Semoga bermanfaat.

Wassalamu’alaikum…

Assalamu’alaikum..

Lebaran tahun ini tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini kami berlebaran di KBRI, di Makati, Philippines. 30 September, berangkat dari Angeles, jam 4 pagi (brrrrrrrrr.. masih dingin), naik bis menuju Victory Liner terminal di Pasay. Lalu naik taxi ke KBRI. Kira-kira jam 6.15 pagi kami telah tiba di KBRI. Sayang sekali KBRI masih ditutup, karena memang masih dipersiapkan tempat sholatnya. Maklumlah, Lebaran kali ini tidak seperti perkiraan sebelumnya. Lebaran tahun ini maju sehari, sehingga persiapan yang sebenarnya untuk tanggal 1 Oktober, diajukan jadi 30 September. Namun Alhamdulillah, semuanya akhirnya beres, jam 6.30an kami sudah bisa masuk.

Jam 7.30 sholat dimulai, imamnya, saya kurang tahu namanya, tapi kalau khotbah, diisi oleh Pak Munir. Khotbah kali ini berbahasa Inggris. Tidak seperti khotbah di Florida, yang disampaikan dalam bahasa Tagalog. Ya, Alhamdulillah, masih ada yang nyantol-lah.

Kami bertemu dengan teman-teman mahasiswa di Manila. tapi sayangnya Mahsiswa Los Banos ngga tampak kali ini, mungkin mereka mengadakan sholat di sana.

Setelah sholat, kami salam-salaman. Dan setelah itu, menuju ruang Nusantara, untuk minum dan makan snack. Alhamdulillah, teh hangat dan kue mirip talam ubi sebagai pengganjal perut yang dari pagi memang belum terisi.

Setelah itu, dilanjutkan serbu kondo. Di kondominium, tinggal beberapa homestaf KBRI. Mereka memang siap untuk dikunjungi. Alhamdulillah, ada lontong opor, sambal goreng daging, bahkan ada juga bakso, siomay. Bahkan ada juga emping. Makanan khas Indonesia, yang tidak pernah kami jumpai di Phil selama ini. Alhamdulillah.. serasa benar-benar lebaran. Bagi Mahasiswa perantau seperti kami, ini saat yang indah, makan masakan Indonesia asli.. oh iya, ada ibu yang menyiapkan sambel goreng daging diampur petai. Walaupun bukan penggemar petai, namun memang ada rasa khas dari petai yang tercium di sambel goreng dagingnya, sehingga tambah mak nyusssss.

Setelah itu, kami pamitan… lalu foto-foto sebentar, kemudian… pulang.

Ok, itulah sekelumit pengalaman berlebaran di negara orang.

semoga bermanfaat.

Hari ini, mulai masuk bulan Ramadhan, semua umat Islam, melakukan ibadah puasa, dari fajar, hingga terbenam matahari. Begitu juga dengan mas Bil Haq, meskipun masih 4 tahun, dia ingin sekali berpuasa.

“Ummi, besok Mas Bil Haq mau ikutan puasa, boleh ngga?” tanya mas Bil Haq pada umminya. “Oh, tentu ,Sayang… Alhamdulillah.. putra ummi, semoga semakin sholih ya…?”jawab ummi. “Aaamiiiin, ummi.” kata mas Bil Haq sambil tersenyum.

Keesokan harinya, jam tiga dini hari waktu Indonesia, ummi sudah menyiapkan masakan untuk sahur. Ada nasi, sayur, lauk, buah, dan susu hangat. Lalu, ummi membangunkan semua anggota keluarga, Abi, Mas Bil Haq, adik Bilqis tidak dibangunkan karena masih kecil, dan juga eyang serta tante.

“Mas Bil Haq… ayo.. bangun.. sudah waktunya sahur”, kata ummi sambil menepuk bahu Mas Bil Haq. “Woaaaaaaaaaaaah…. whhhhhhhammmmmmmmmm”. Tampaknya Mas Bil Haq masih mengantuk. “Ayo, sayang.. sekarang sudah jam 3.15, sebentar lagi imsak.. ayo…”. Dan Alhamdulillah.. Mas Bil Haq bangun juga. ” Alhamdulillahilladzii ahyaana ba’damaa amaatanaa wa ilaihinnushuur”, do’a Mas Bil Haq setelah bangun. “Nah.. sekarang, cuci muka dulu, biar segar, ya?”, pinta ummi pada mas Bil Haq.” Baik ummi”. jawab Mas Bil Haq sambil beranjak dari tempat tidurnya.

“Alhamdulillah, sekarang kita sudah memasuki puasa haripertama, Mas Bil Haq mau puasa sampai jam berapa?” tanya abi. “ Bil Haq mau puasa sampai jam 10 dulu ya abi, setelah itu, Mas Bil Haq mau buka lagi jam 2, lalu sampai maghrib”. jawab Bil Haq dengan yakin. ” Alhamdulillah.. iya, semoga Mas Bil Haq bisa melaksanakannya dengan baik ya, Sayang?” kata abi dengan senang.

Kemudian, Mas Bil Haq sekeluarga melaksanakan sahur. Mas Bil Haq makan nasi, dengan sayur dan telur, setelah itu minum air putih hangat yang sudah disiapkan ummi. Saat menjelang imsak, Mas Bil Haq minum susu hangat.  Setelah semua selesai, Mas Bil Haq membantu membereskan piring dan peralatan makan lainnya, sedangkan tante bertugas mencucinya. Lalu, terdengarlah Azan Shubuh. “Mas Bil Haq, ayo.. siap-siap ke masjid”. kata abi pada Mas Bil Haq. ” Iya, abi…” kata mas Bil Haq sambil mencuci tangannya.

Setelah memakai baju koko, sarung dan peci, Mas Bil Haq pergi ke masjid bersama Abi dan eyang kakung. Ummi, tante dan eyang putri, sholat shubuh di rumah. Dengan semangat, Mas Bil Haqmemasuki masjid. dia mengambil tempat di belakang, karena masih kecil, sedangkan abi dan eyang kakung di depan, di barisan pertama. Mas Bil Haq sangat senang, karena di shubuh ini, dia bisa sholat berjamaah, dan bertemu dengan teman-temannya. Sambil terkantuk-kantuk Mas Bil Haq mendengarkan ceramah yang disampaikan oleh Pak Ustadz. Beliau mengingatkan para jamaah tentang mulianya bulan Ramadhan dan mengajak untuk mengisinya dengan ibadah. Tak lama kemudian Pak Ustadz pun mengakhiri ceramah. Dan Mas Bil Haq pun pulang bersama abi dan eyang kakung. Karena mengantuk, Mas Bil Haq digendong abi di belakang.

Sesampainya di rumah, Mas Bil Haq ditidurkan abi di tempat tidur, sambil dibuka sarung, peci dan baju kokonya. dan digantikan dengan baju kaos dan celana panjang. Kemudian, abi menuju ruang tengah untuk tadarrus Al Qur-an bersama yang lainnya.

Jam enam, Mas Bil Haq bangun, seperti biasanya, dia ke dapur untuk minum… tapi, kemudian tampak oleh ummi yang ada di halaman belakang, beliau mengingatkan mas Bil Haq ” Sayang, hari ini kan puasa?”, kata ummi sambil tersenyum,”Eh iya, ya Mi?” kata Mas Bil Haq.Kemudian, Mas Bil Haq ke kamar mandi untuk mandi, masih dibantu ummi. Lalu berpakaian rapi.

Setelah itu, mas Bil Haq ke halaman belakang untuk membantu eyang putri membersihkan taman. dan.. masih jam 8 pagi. Waktu dirasakan oleh Mas Bil Haq begitu lama. Tidak makan, tidak minum, lapar. Walaupun sudah sahur tadi pagi.

“Ummi, perut Mas Bil Haq krucuk-krucuk”. kata Bil Haq pada ummi.” Iya, sebentar lagi sayang, tinggal 2 jam lagi… coba.. sini ummi bacakan cerita untuk Mas Bil Haq.” ajak ummi pada Mas Bil Haq. Lalu, Ms Bil Haq mendekati ummi, duduk di sebalah ummi bersama Adik Bilqis. “Nah, sekarang ummi bercerita tentang Gajah, coba sayang, mana gambar gajah? tanya ummi pada dik Bilqis. “Ni” jawab adik Bilqis singkat.” Mas Bil Haq, coba dihitung ada berapa gajahnya?” ummi mengalihkan pertanyaan pada mas Bil Haq. ” satu, dua, tiga, empat, lima, enam , tujuh, delapan,…. wah.. banyak sekali, Mi!” seru mas Bil Haq. ” Iya, banyak sekali ya..?.. nah ini namanya pasukan gajah.. Pemimpinnya, namanya abrahah.. pada jaman dulu, sebelum Nabi Muhammad lahir, datanglah pasukan gajah ke kota Mekkah. Mereka bertujuan menghancurkan Ka’bah”… dan seterusnya.. ummi bercerita tentang pasukan gajah yang akhirnya hancur karena diserang oleh pasukan burung ababil yang membawa batu batu panas dari api neraka. Pasukan Gajah raja Abrahah hancur binasa seperti daun yang dimakan ulat. “Subhanallah…hebat ya mi.. pasukan burung ababilnya” komentar Mas Bil Haq. ” Iya, iulah kekuasaan Allah, sayang..” Nah.. sekarang waktunya sudah jam 9, ayo kita sholat dhuha”. Ayo.. ummi..” kata Mas Bil Haq. “Atek itut,” seru Dik Bilqis.” Ayo,semua sholat yang rapi, lalu berdo’a pada Allah… Allah pas ti akan mendengarkan do’a hambanya.” kata ummi. Lalu semuanya sholat dhuha di musholla.

Saat waktu menunjukkan jam 9.30, ummi menyiapkan makanan untuk mas Bil Haq. Nasi, telur dadar, dan sayur, tak lupa susu. jumlahnya tidak terlalu banyak, seperti yang biasa Mas Bil Haq makan, dikurangi sedikit. Ummi juga menyiapkan makanan untuk Adik Bilqis. Roti tawar diolesi margarin dan ditaburi coklat.

Jam 10 tepat, Mas Bil Haq tak sabar untuk menyantap makanan yang disiapkan ummi. “Ayo, Mas Bil Haq, buka, jangan lupa cuci tangan dan baca do’a dulu ya..” kata ummi. Lalu mas Bil Haq cuci tangan, setalah rapi duduk di meja makan ” Bismillaah..”, baca mas Bil Haq. “hmmmmm, enak sekali ya, Ummi”. “Alhamdulillah, sayang…”.

Ujian pertama Mas Bil Haq dalam berpuasa sudah terlampaui.. dan itu adalah yang terberat, karena harus menahan lapar, selama 4 jam, sebelum waktu makan selanjutnya tiba. Namun, Alhamdulillah, Mas Bil Haq bisa menyelesaikannya dengan baik. Di sore hari, Mas Bil Haq tetap semangat, dalam belajar puasa.

 

-salam dari ummi di Phil-

Next Page »